Kompleks Ruko Mangga Dua B-2/11 Surabaya
Kontak Handphone

082331474419

081803089308

087855956699

082302083399

085852139938

082332221899

085312333289

087885764888

081297239269

087878533449

Whatsapp

082332221899 (Sby)

085852139938 (Sby)

082302083399 (Sby)

085312333289(Jkt)

081297239269(Jkt)

Kontak Telepon

031-8482008

021-22526314

Untuk Info Partnership, silahkan hubungi kami

Product

Mengenal Cara Kerja Gas Detector

Info - 21 December 2013

Dalam beberapa bencana terkait industri yang terjadi dewasa ini, kebocoran gas merupakan salah satu penyebab kerugian paling parah karena sifatnya yang berbahaya bagi keselamatan manusia. Kurangnya peringatan dini dari segi kesigapan dan alat berpotensi membuat hal-hal fatal terjadi. Untuk itulah, diperlukan sebuah gas detector sebagai bagian dari sistem keamanan.

Gas detector adalah sebuah alat yang bekerja dengan cara mendeteksi berbagai gas yang ada di sekitarnya. Umumnya, alat ini digunakan di tempat yang rawan terjadi kebocoran gas, misalnya di pabrik, lokasi pertambangan, dan kilang minyak.

Gas Detector

Dalam konteks pencegahan dampak buruk kebocoran gas, gas detector dapat berfungsi melalui dua cara. Pertama, gas detector dipasang terhubung dengan control system sehingga mesin atau alat tertentu langsung berhenti berfungsi secara otomatis sesaat setelah gas detector mendeteksi terjadinya kebocoran gas. Kedua, gas detector dapat pula memberikan tanda peringatan berupa bunyi alarm atau lampu yang menyala pada saat kebocoran gas terjadi sehingga orang yang berada di area tersebut mendapatkan peringatan untuk segera menyelamatkan diri.

Gas detector sangatlah penting karena banyak gas kimia beracun yang mungkin menyatu dengan udara dan membahayakan keselamatan manusia, terlebih di tempat yang terekspos bahan-bahan kimia. Gas detector dapat digunakan untuk mendeteksi sekurang-kurangnya tiga hal: gas yang mudah menyulut api, gas beracun, dan penipisan oksigen.

Alat ini mendapatkan daya dari listrik dan ada pula yang menggunakan batere. Cara kerjanya sederhana. Pertama, ketika detector mengukur konsentrasi gas di sebuah area, sensornya bereaksi terhadap gas kalibrasi yang akhirnya menunjuk pada skala tertentu. Tanda peringatan akan otomatis muncul ketika konsentrasi gas telah melewati batasan skala aman.

Cara menjaga ketahanan gas detector tidak terlalu sulit. Alat ini perlu dikalibrasi secara berkala untuk memastikan skalanya tetap akurat. Kalibrasi umumnya dilakukan per enam bulan atau per tahun.

Artikel Lainnya
Syarat-syarat Penempatan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Alat Pemadam Api Ringan ( APAR ) harus ditempatkan di tempat-tempat yang memenuhi syarat sebagai berikut : Setiap Jarak 15 meter. Ditempat yang mudah di jangkau dan dilihat. Pada jalur keluar arah refleks pelarian. Memperlihatkan suhu sek... Baca Selengkapnya
Kita Bisa Mencegah Kebakaran
Dalam rilis yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), didapatkan kesimpulan bahwa 63% dari total kebakaran yang terjadi di Indonesia dalam rentang waktu tahun 2002—2011 terjadi karena hubungan arus pendek listrik. Pert... Baca Selengkapnya
Seputar Media Pemadam Api Foam
Air seringkali dianalogikan sebagai lawan dari api sehingga banyak yang mengira bahwa api selalu menjadi pilihan terbaik sebagai media pemadam api. Padahal, dalam kenyataannya tidak semua jenis kebakaran dapat secara efektif dipadamkan oleh air. Dala... Baca Selengkapnya
Perbedaan Tabung Pemadam Api Cartridge dan Store Pressured
Tabung Pemadam Api yang dijual dipasaran ada dua jenis jika dilihat dari cara tabung menyemprotkan media pemadam. Ada yang menggunakan Catridge System dan ada yang menggunakan Stored Pressure System. Pastikan Kedua sistem yang digunakan ini memiliki ... Baca Selengkapnya