Panduan Menggunakan Fire Blanket dengan Benar

Sebuah selimut kebakaran atau fire blanket dapat menjadi perlengkapan pemadam kebakaran yang sangat efektif. Selain sering digunakan oleh pemadam kebakaran untuk menolong orang yang terjebak api dengan cara menutupi atau membungkusnya, fire blanket juga digunakan untuk memadamkan api yang terkadang sulit dipadamkan oleh air, misalnya api akibat minyak dan korsleting listrik. Walaupun bentuknya sederhana dan ringan (rata-rata beratnya di bawah 1kg), alat yang bekerja dengan prinsip menghentikan pasokan oksigen pada api ini memiliki ketahanan panas sampai 700 derajat Celcius. Cara menggunakan fire blanket cukup sederhana, yaitu menutupi api yang hendak dipadamkan. Untuk meminimalisasi kesalahan dan mencegah Anda terluka saat memadamkan api, ada baiknya Anda simak terlebih dahulu tiga tips penggunaan fire blanket di bawah ini. #1 Mengenali Api Sebelum memutuskan menggunakan fire blanket dalam memadamkan api, Anda perlu terlebih dahulu melihat seberapa besar api yang dihadapi. Fire blanket hanya diperuntukkan untuk api kecil atau api yang ukurannya tidak lebih besar dari jangkauan yang sanggup ditutupinya. Jika api sangat besar, Anda disarankan untuk menggunakan APAR/APAB dan segera menghubungi pemadam kebakaran. #2 Keselamatan Diri Sebelum menggunakan fire blanket, pastikan tangan dan lengan Anda terlindungi dari bahaya api. Setidak-tidaknya, kenakan sarung tangan antiapi atau bungkus tangan Anda dengan salah satu bagian pada fire blanket. Dengan begitu, sangatlah disarankan untuk meletakkan fire blanket dekat dengan sarung tangan antiapi serta alat pemadam api lainnya. Jika Anda menggunakan baju lengan panjang, lipatlah bagian lengannya agar terhindar dari risiko terbakar saat memadamkan api. #3 Setelah Penggunaan Fire blanket yang baru saja digunakan untuk memadamkan api hendaknya dibiarkan dulu mendingin selama 30—60 menit. Pastikan juga agar tidak ada lagi kobaran api yang tersisa saat Anda hendak mengangkatnya. Fire blanket dapat digunakan berulang-ulang dan tidak membutuhkan biaya maintenance untuk menjaganya berfungsi dengan baik.